Posted by Kawula Alit
Posted on 11:17 PM
with No comments
Bendung Gerak berada di Desa Padang Kecamatan Trucuk, Kabupaten
Bojonegoro, Jawa Timur. berdasarkan sumber dari www.bojonegorokab.go.id Bendungan yang menghabiskan dana pinjaman senilai Rp
351 miliar dari Japan International Corporation Agency (JICA) itu memiliki
multifungsi. Antara lain sebagai pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku
bagi industri dan rumah tangga juga dicanangkan sebagai salah satu tempat
wisata bagi Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan Bendungan Gerak ini fungsinya di
samping sebagai penyedia air untuk rumah tangga, pertanian, juga sekaligus
menjaga dari kerusakan ekosistem sungai Bengawaan Solo supaya tak meluas ketika
banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa Timur. Manfaat lain
bendungan adalah ini untuk persediaan air bagi pertanian di saat musim kemarau,
untuk kebutuhan industri, seperti jembatan penghubung antara Desa Padang dengan
Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. Untuk pertanian, bendungan ini mampu
mencukupi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian seluas 6.400-9.000 hektar
yang tersebar di delapan kecamatan. Yakni Trucuk, Kalitidu, Purwosari, Malo,
Pasangan, Kasiman, Ngraho, dan Margomulyo. Juga pertanian di Blora. Karena
bendungan yang memiliki tampungan sepanjang 50 km itu mampu menampung debit air
hingga 13 juta kubik dengan debit air 5.850 liter per detik. Dengan pembangunan
bendungan ini petani yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo, khususnya di
atas bagian hulu bendungan akan mempu meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebelumnya petani hanya bisa melakukan tanam dua kali setahun, sekarang diharapkan
bertambah menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Dulu sekitar 21 ribu hektar
lahan pertanian padi di Bojonegoro Barat andalkan pertanian tadah hujan.
Setelah ada Pompanisasi, wilayah itu tidak mampu melakukan 2 kali panen dalam
setahun. Maka sawah beririgasi dengan pompa air menjadi menjadi 6000 ribu
hektar. Dengan adanya bendungan gerak ini 11 ribu hektar sawah akan bisa
ditanami dua kali setahun. Dan menghasilkan 7 ton rata rata per hektar.
Pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak zaman kolonial Belanda.
Namun karena pemerintah penjajah waktu itu bangkrut, pembangunan bendungan ini
urung dilaksanakan. Bendung gerak ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat
Bojonegoro. Selain untuk kebutuhan baku irigasi juga bisa dipakai kebutuhan
industri air minum dan industri migas. Serta membuka akses wilayah yang selama
ini terisolir sebab ada jembatan sepanjang 504 meter, dan lebar sekitar 4
meter. Bendungan ini berdiri di lahan seluas 1.841.752 meter Bendung gerak juga menjadi tempat agenda tahunan beberapa acara dalam memperingati Hari Jadi Kota Bojonegoro seperti Festival Bengawan berupa iring-iringan perahu hias , Festival Layang-layang dan lain sebagainya. Berikut adalah Video Festival Perahu Hias di Bendung Gerak
0 comments:
Post a Comment