Air terjun Nglirip Singgahan Tuban

Grojogan Nglirip atau istilah lainnya adalah air terjun Nglirip, merupakan salah satu dari beberapa destinasi wisata di Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur, tepatnya berada di Desa Mulyo Agung atau sering disebut juga Jojogan Kecamatan Singgahan. ditempat wisata ini menyuguhkan pemandangan alam yang eksotis dan menakjubkan,  pegunungan yang asri, aliran sungai yang jernih dan air terjun setinggi sekitar 30 meter yang sangat mempesona.
       Seperti  tempat- tempat wisata lain di Indonesia, tiap wisata alam yang bersumber dari kejadian alam secara sendirinya pasti selalu ada sejarah dan mitosnya sendiri-sendiri, begitu juga dengan air terjun nglirip,  banyak menyimpan mitos yang masih belum terkuak sampai sekarang.
Akses jalan untuk menuju lokasi air terjun Nglirip cukuplah mudah, apabila anda berada di selatan anda bisa mengambil jurusan Bojonegoro-Jatirogo/ Jatirogo Bojonegoro turun di perempatan anjlok jojogan dan ambil jurusan montong, ( turun Nglirip ) dan apabila anda berada di utara ambil jurusan montong- jojogan ( turun nglirip ) saya kira anda tidak akan bingung karena teknologi sudah semakin maju. anda bisa memanfaatkan GPS ataupun buka google Map terlebih dahulu.
selamat berkunjung...


Mata air Panas Prataan Parengan Tuban

Wana wisata Prataan merupakan salah satu diantara beberapa Wana Wisata diwilayah Kabupaten Tuban Jawa Timur, Pemandian Air Hangat Prataan terletak di Desa Wukirharjo,Kec. Parengan 45 km dari Pusat Kota Tuban.
Di lokasi ini terdapat mata air panas abadi, mata air panas yang keluar dari perut bumi dan disalurkan  melalui pipa- pipa kedalam ruang- ruang bak mandi, konon sumber air panas ini diyakini masyarakat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit dan rematik.
Lokasi Prataan yang berada di perbukitan dan tengah- tengah hutan ini memang menambah keindahan tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung, saat anda masuk ke akses jalan menuju lokasi mata anda akan dimanja oleh sejuk dan hijaunya hutan belantara  disertai puluhan sungai- sungai kecil dengan air yang jernih..very amazing pokoknya, tak heran jika banyak Fotographer yang memanfaatkan lokasi ini untuk hunting foto, model maupun pemandangan alam.
Di lokasi pemandian prataan atau banyak juga yang menyebut dengan Nganget parengan  terdapat beberapa fasilitas yang cukup lengkap diantaranya adalah :
- Puluhan kamar mandi ( untuk berendam, air hangat & dingin )
- Kolam renang, anak & dewasa ( panas & dingin )
- flora & fauna
- Kantin
- flying fox
Bahkan bila anda ingin main perang2an (war game) sekarang Wana Wisata Prataan siap melayani order permainan wargame/paintball. minimal peserta 20 orang yg akan dibagi dlm 2 regu. wah..makin joss pokoknya, bila anda bingung rutenya silahkan klik di SINI

Masjid Al-Birr ( Al- Birru Pertiwi ) Bojonegoro

Masjid Albirr atau Al birru Pertiwi merupakan masjid yang dibangun oleh keluarga Besar Santosa, masjid yang berkubah emas ini dibangun diatas lahan di wilayah pinggir jalan Kota Bojonegoro menuju Dander, tepatnya sekitar 13 km selatan Kota Bojonegoro.
Berdasarkan website resmi albirrupertiwi.com dijelaskan bahwasanya Desain, perencanaan dan pembangunan Masjid Al-Birru Pertiwi dilakukan oleh PT. Garis Prada di bawah pimpinan Bapak Uke Setiawan, seorang arsitek yang telah banyak memiliki pengalaman membangun masjid ternama seperti Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat yang sangat indah. Bapak Uke Setiwan merencanakan dan membangun Masjid Al-Birru Pertiwi tanpa memungut biaya apapun dan menjadikannya sebagai bentuk partisipasi dan wakaf beliau. Bertindak sebagai Pimpinan Proyek Masjid Al-Birru Pertiwi adalah Bapak Edy Hendriyanto yang juga suami dari putri bungsu Bapak/Ibu Santosa Hardjosuwito/Pertiwi.
Masjid Al Birru Pertiwi dibangun oleh keluarga besar Santosa, putra-putri dari Bapak Santosa Hardjosuwito dan Ibu Pertiwi yaitu:
• Kel. Sugeng Santosa
• Kel. Suprapto Santosa
• Kel. Supramu Santosa
• Kel. Widodo Santosa
• Kel. Winarto Santosa
• Kel. Wijiningsih Santosa
        Masjid ini dibangun sebagai wujud rasa syukur keluarga besar Santosa kepada Allah SWT serta persembahan bakti cinta kasih kepada orang tua mereka. Desa Dander, Bojonegoro adalah tempat kelahiran dan tempat leluhur seluruh putra putri Bapak Santosa Hardjosuwito dan Ibu Pertiwi. Oleh karena itu masjid ini dibangun di wilayah Desa Dender, Bojonegoro.
Masjid mulai dibangun pada tanggal 24 Maret 2012 yang ditandai dengan peletakan batu pertama dan diresmikan pada tanggal 25 Januari 2014 oleh Bupati Bojonegoro, Bapak Suyoto. Acara persmian dihadiri oleh seluruh keluarga besar Santosa, sanak keluarga, handaitaulan dan masyarakat Bojonegoro yang berjumlah sekitar 2000 orang.
Selain sebagai tempat beribadah, masid ini diharapkan menjadi salah satu Islamic Centre di Bojonegoro yang menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, diskusi, serta pengajian dalam upaya pendidikan dan syiar islam sebagai Rachmatan Lil Alamin serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
          Secara fisik, bangunan utama masjid Al-Birru Pertiwi berukuran sekitar 25 m (panjang) x  13 m (lebar) yang memiliki tiga lantai, yaitu lantai dasar yang digunakan untuk ruang pertemuan, lantai satu untuk jama’ah pria serta lantai dua untuk jama’ah wanita.  Di sekitar masjid, sedang dalam proses pembangunan, adalah ruangan untuk pendidikan, pelatihan dan perpustakaan. 

Blimbing Nringinrejo Bojonegoro

Bila anda berkunjung ke Wisata Bendung Gerak Bojonegoro, maka rugilah anda kalau tidak mampir ke Agro Wisata Petik Blimbing Ngringinrejo, pasalnya ditempat ini terdapat kesejukan dan keindahan tersendiri setelah anda berpanas- panas atau berselfie ria di Bendung gerak. Jarak antara Bendung Gerak dan Kebun Blimbing ini juga amatlah dekat atau dalam bahasa jawanya ( nyaduk ).
    Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo Bojonegoro adalah wisata perkebunan yang berlokasi Desa Ngeringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kebun ini memiliki luas ± 19.3 hektar, dikelola oleh 80 pekebun. Kepemilikan pohon belimbing masing-masing orang pun berbeda. Di desa ini, hampir seluruh warganya berprofesi sebagai petani belimbing. Buah belimbing yang ada di kebun ini memiliki ukuran besar. Hal ini menjadikan buah belimbing ini sebagai salah satu produk andalan dan menjadi ikon Kabupaten Bojonegoro. Di agrowisata ini pengunjung dibolehkan memetik sendiri buah belimbing dan mencicipinya secara gratis. Varietas belimbing yang dikembangkan disini adalah belimbing madu.
   Kesejukan dan keindahan kebun blimbing ini membuat mata kita nyaman, seakan mencegah kita untuk segera meninggalkan lokasi, jalan setapak berpaving dan panorama kanan kiri pohon blimbing yang berbuah lebat berwarna hijau kekuningan lengkap dengan beberapa gazebo ini saya yakin akan membuat fresh pikiran anda.
Desa Ngringin rejo berada di wilayah Kecamatan kalitidu, berdasarkan info dari pedia Kecamatan Kalitidu sendiri terdiri dari beberapa desa yakni Brenggolo · Grebegan · Kalitidu · Leran · Mayanggeneng · Mayangrejo · Mlaten · Mojo · Mojosari · Ngringinrejo · Ngujo · Panjunan ·Pilangsari · Pungpungan · Sukoharjo · Sumengko · Talok · Wotanngare

Waduk Pacal Bojonegoro

Waduk Pacal berada di 40 km an dari Kota Bojonegoro, seperti halnya Kedung Maor , Khayangan Api & Negeri atas Angin, Waduk Pacal  juga berada dibagian selatan wilayah Bojonegoro, provinsi Jawa Timur, Indonesia. Waduk Pacal merupakan bangunan peninggalan Belanda yang di bangun sejak 1924 dan diresmikan pada tahun 1933. Termasuk salah satu bangunan bersejarah berukuran raksasa yang masih berfungsi hingga sampai saat ini. Berada di pingir jalan raya Bojonegoro - Nganjuk, Waduk Pacal yang berada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini, mampu menjadi andalan petani di beberapa wilayah Kecamatan di antaranya Kecamatan Temayang, Kecamatan Sukosewu, Kecamatan Kapas, Kecamatan Balen, Kecamatan Sumberejo, Kecamatan Kanor, Kecamatan Baureno, Kecamatan Kepohbaru, Kecamatan Kedungadem, dan Kecamatan Sugihwaras. Bangunan yang kokoh dengan arsitektur khas zaman kolonial Belanda ini pantaslah jika menjadi daya tarik utama Waduk Pacal.
         Perjalanan menuju lokasi waduk pacal juga memiliki daya tarik tersendiri. Jalanan menyusuri belahan hutan jati dan tebing-tebing yang banyak digunakan sebagai ladang masayarakat sekitar terlihat sangat menyejukkan mata .Jalan utama menuju Waduk Pacal terbilang cukup bagus, karena merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Nganjuk. Dari Kabupaten Nganjuk kira-kira 30 km ke arah utara ( lebih dekat dari Nganjuk daripada Bojonegoro ) Di sepanjang perjalanan kita bisa menikmati keindahan khas hutan jati di areal Pegunungan Kendeng.Saat musim hujan debit air yang melimpah laksana danau yang amat luasnya, apalalagi di selatan waduk ada semacam 'pulau' kecil yang sunggguh menantang untuk disinggahi sejenak bagi para petualang. Begitu melimpahnya air bahkan sampai menembus bawah Jembatan Kedungjati yang juga tak kalah eloknya. Dari Jembatan Kedungjati ini kita bisa menikmati keindahan Waduk Pacal. Apalagi saat matahari terbenam, sungguh luar biasa. Saat musim kemarau, sekitar waduk berubah fungsi menjadi ladang dan perkebunan bagi masayarakat setempat.

Kedung Maor , Air Terjun Fantastis Bojonegoro

Air Terjun Kedung Maor merupakan air terjun yang berasal dari aliran Kali ( sungai ) Soko dan air limpahan dari Waduk Pacal, waduk yang terletak di Bojonegoro bagian selatan peninggalan zaman belanda.  Di musim penghujan, suara gemuruh dari air terjun bisa terdengar sampai pemukiman warga di sekitar. Namun di musim kemarau suara gemuruh tersebut tidak sampai terdengar ke pemukiman.
Air terjun kedung maor merupakan tempat wisata alam yang menyajikan air terjun yang dikelilingi tebing dan bebatuan cadas yang terlihat sangat indah, tak heran bila banyak warga yang mengatakan Kedung maor adalah Grand Canyonnya Bojonegoro.
          Air terjun kedung maor tepatnya berada di Desa Kedung sumber, Kecamatan Temayang, yakni desa yang teletak di Bojonegoro bagian selatan mendekati Kabupaten Nganjuk. jadi apabila anda ingin berkunjung ke lokasi ini, cukup mencari rute Bojonegoro- Nganjuk dengan jarak tempuh sekitar 40 kilo meteran.
       Saat ini Air terjun Kedung maor mulai banyak di kunjungi oleh warga, baik dari warga Bojonegoro sendiri, Nganjuk, Ngawi dan lainnya

Atas angin Bojonegoro

Atas angin merupakan salah satu dari beberapa destinasi di Kabupaten Bojonegoro, Atas angin terletak di Kabupaten Bojonegoro sebelah selatan. Secara geografis Atas angin berada di Desa Deling Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro.
Lokasi "Atas Angin", bisa ditempuh dari Kecamatan Dander, Kecamatan Bubulan, atau lewat Kecamatan Temayang, kalau dari arah kota bojonegoro namun bila anda berada dari arah Ngawi, lokasi ini malah lebih dekat, yaitu hanya berjarak sekitar 15 kilometeran.beda jauh kalau dari arah kota Bojonegoro yang berjarak sekitar 65 - 70 kilometeran.
Adapun wisata yang ditawarkan disini adalah berupa pemandangan alam di perbukitan yang sangat menakjubkan, sumber air di atas batu, pemandangan bukit cinta dan masih banyak lagi beberapa keindahan - keindahan lainnya.
dibawah ini adalah slide foto- foto para nitizen bojonegoro
demikian sedikit share dari kami, semoga bisa menambah pengetahuan bagi kita semua

Khayangan Api Bojonegoro

Khayangan api yaitu api abadi yang  usianya sudah ratusan tahun, berdasarkan dari sumber www.bojonegorokab.go.id Api Kayangan adalah salah satu obyek wisata yang sangat populer di Bojonegoro. Kayangan Api yang merupakan sumber api abadi atau yang tak pernah padam sekalipun ini terletak di desa Sendangharjo, kecamatan Ngasem, sebuah desa yang memiliki areal hutan seluas 42,29% dari luas desa.
Api yang keluar sebagai sumber abadi obyek wisata ini merupakan sumber api alam, dan merupakan sumber api terbesar di Asia Tenggara. Saat pengunjung akan menuju lokasi wisata Api Kayangan ini, mereka akan terlebih dahulu melewati indahnya hutan jati yang hijau dan rindang. Sesampaianya di lokasi, akan terdapat gapura dengan jajaran tiang yang akan menyambut.
Di tengah tiang tersebut terdapat lingkaran batu yang mengeluarkan gelombang panas, tempat dimana si api abadi bersemayam.
Masyarakat sekitar meyakini, bahwa tempat ini adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Mpu Supa, atau biasa disebut dengan Mbah Pandhe yang berasal dari kerajaan Majapahit. Mpu Supa merupakan seorang pande besi yang biasa membuat alat-alat pertanian dan pusaka. Kubangan lumpur yang berada di sebelah barat Api Kayangan dan berbau belerang dipercaya masyarakat bahwa, Beliau masih beraktifitas sampai "sekarang".
Di lokasi ini juga pernah di kunjungi Mister Tukul Jalan- jalan, acara wisata mistis yang ditayangkan oleh studio Televisi TRANS 7

Bendung Gerak Bojonegoro


Bendung Gerak berada di Desa Padang Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. berdasarkan sumber dari www.bojonegorokab.go.id Bendungan yang menghabiskan dana pinjaman senilai Rp 351 miliar dari Japan International Corporation Agency (JICA) itu memiliki multifungsi. Antara lain sebagai pengendali banjir, irigasi, penyedia air baku bagi industri dan rumah tangga juga dicanangkan sebagai salah satu tempat wisata bagi Kabupaten Bojonegoro. Keberadaan Bendungan Gerak ini fungsinya di samping sebagai penyedia air untuk rumah tangga, pertanian, juga sekaligus menjaga dari kerusakan ekosistem sungai Bengawaan Solo supaya tak meluas ketika banjir menerjang dan sebagai bentuk tata kelola air di Jawa Timur. Manfaat lain bendungan adalah ini untuk persediaan air bagi pertanian di saat musim kemarau, untuk kebutuhan industri, seperti jembatan penghubung antara Desa Padang dengan Desa Ngringinrejo Kecamatan Kalitidu. Untuk pertanian, bendungan ini mampu mencukupi kebutuhan pengairan bagi lahan pertanian seluas 6.400-9.000 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Yakni Trucuk, Kalitidu, Purwosari, Malo, Pasangan, Kasiman, Ngraho, dan Margomulyo. Juga pertanian di Blora. Karena bendungan yang memiliki tampungan sepanjang 50 km itu mampu menampung debit air hingga 13 juta kubik dengan debit air 5.850 liter per detik. Dengan pembangunan bendungan ini petani yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo, khususnya di atas bagian hulu bendungan akan mempu meningkatkan produktivitas pertanian. Sebelumnya petani hanya bisa melakukan tanam dua kali setahun, sekarang diharapkan bertambah menjadi tiga kali tanam dalam setahun. Dulu sekitar 21 ribu hektar lahan pertanian padi di Bojonegoro Barat andalkan pertanian tadah hujan. Setelah ada Pompanisasi, wilayah itu tidak mampu melakukan 2 kali panen dalam setahun. Maka sawah beririgasi dengan pompa air menjadi menjadi 6000 ribu hektar. Dengan adanya bendungan gerak ini 11 ribu hektar sawah akan bisa ditanami dua kali setahun. Dan menghasilkan 7 ton rata rata per hektar. Pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak zaman kolonial Belanda. Namun karena pemerintah penjajah waktu itu bangkrut, pembangunan bendungan ini urung dilaksanakan. Bendung gerak ini banyak memberikan manfaat bagi masyarakat Bojonegoro. Selain untuk kebutuhan baku irigasi juga bisa dipakai kebutuhan industri air minum dan industri migas. Serta membuka akses wilayah yang selama ini terisolir sebab ada jembatan sepanjang 504 meter, dan lebar sekitar 4 meter. Bendungan ini berdiri di lahan seluas 1.841.752 meter
Bendung gerak juga menjadi tempat agenda tahunan beberapa acara dalam memperingati Hari Jadi Kota Bojonegoro seperti Festival Bengawan berupa iring-iringan perahu hias , Festival Layang-layang dan lain sebagainya.
Berikut adalah Video Festival Perahu Hias di Bendung Gerak
bila anda berkunjung di bendung gerak jangan sampai lupa mampir juga di Kebun Blimbing Ngringinrejo

Popular Posts

BLOGGER BOJONEGORO